selamat sore rekan rekan P2KG
maaf postingan belepotan sengaja biar ada kemauan untuk bekerja sedikit wkwkwkwkwk
BAGAIMANA MENJADI GURU YANG BAIK
A. Guru
Guru memang menempati posisi terhormat dalam
masyarakat . Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena otoritasnya , sehingga
masyarakat tidak meragukan sosok guru . Orang percaya bahwa kehadiran guru ,
dapat mendidik dan membentuk kepribadian siswa mereka dengan baik dalam rangka
untuk memiliki kecerdasan yang tinggi dan jiwa kepemimpinan yang bertanggung
jawab . Jadi dalam hal sederhana, guru dapat didefinisikan sebagai orang yang
memberikan pengetahuan kepada siswa . Sementara guru dalam pandangan masyarakat
itu sendiri adalah orang-orang yang melaksanakan pendidikan khusus di
tempat-tempat , belum tentu dalam lembaga pendidikan formal tetapi juga dapat
diimplementasikan dalam non - lembaga pendidikan formal seperti masjid , di
surau / masjid , di rumah dan sebagainya .
Seorang guru memiliki kepribadian yang berbeda
. Di satu sisi guru harus ramah, sabar , menunjukkan pengertian, kepercayaan
dan menciptakan suasana yang aman . Namun di sisi lain , guru harus memberikan
tugas , mendorong siswa untuk mencapai tujuan , teguran , menilai , dan
melakukan koreksi . Dengan demikian , kepribadian guru seolah-olah dibagi
menjadi 2 bagian . Di satu sisi adalah empati , di sisi lain sangat penting .
Di satu sisi menerima , di sisi lain menolak . Jadi seorang guru yang tidak
bisa menggambarkan pribadinya sebagai guru , ia akan berpihak dengan hanya satu
pribadi . Dan berdasarkan hal-hal ini , guru harus mampu memilah dan memilih
kapan harus berempati dengan siswa , pada saat yang kritis , ketika menerima
dan kapan harus menolak . Dengan perkatan lain , guru harus mampu bermain ganda
. Peran ganda ini dapat diwujudkan dengan cara yang berbeda sesuai dengan
situasi dan kondisi di wajah.
Tugas guru sebagai profesi , meminta para guru
untuk mengembangkan diri sesuai dengan pengembangan profesional ilmu
pengetahuan dan teknologi . Mendidik, mengajar , dan melatih siswa adalah tugas
guru sebagai profesi . Tugas guru sebagai pendidik , melanjutkan dan
mengembangkan nilai-nilai kehidupan kepada anak didiknya . Tugas guru sebagai
guru berarti untuk melanjutkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
untuk siswa mereka . Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan
keterampilan dan menerapakannya dalam kehidupan demi masa depan siswa . Guru
juga memiliki kemampuan , keahlian , atau sering disebut kompetinsi sebagai
profesional . Kompetensi profesional yang dimaksud adalah kemampuan guru untuk
menguasai masalah akademik yang sangat peduli dengan pelaksanaan proses belajar
mengajar , sehingga guru memiliki kompetensi absolut dalam menjalankan tugasnya
sebagai pendidik dan pengajar
Guru dalam bahasa Jawa harus menunjuk digugu
dan ditiru oleh semua siswa dan bahkan masyarakat . Haruskah digugu berarti
segala sesuatu yang disampaikan oleh dia dan diyakkini selalu percaya sebagai
kebenaran oleh semua murid . Sementara ditiru berarti guru harus menjadi
panutan ( role model ) untuk semua murid-muridnya .
Secara tradisional guru adalah seorang yang
berdiri di depan kelas untuk menyajikan ilmu pengetahuan .
Guru sebagai pendidik guru dan anak , guru
diibaratkan seorang ibu yang mengajarkan berbagai baik baru dan sebagai
fasilitator agar anak dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan
kemampuan untuk dioptimalkan , itu hanya ruang lingkup yang berbeda dari guru ,
guru mendidik dan mengajar di sekolah umum atau swasta .
Pemahaman guru menurut para ahli :
1 Menurut Noor Jamaluddin . (1978 : 1 ) Guru
adalah pendidik , orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memberikan
bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam pembangunan fisik dan spiritual untuk
mencapai kedewasaan , mampu berdiri sendiri untuk menjalankan tugasnya sebagai
makhluk Allah khalifah di muka bumi , sebagai makhluk sosial dan individu dapat
berdiri sendiri .
2 . Menurut Peraturan Pemerintah Guru jabatan
fungsional , yaitu posisi yang menunjukkan tugas, tanggung jawab , wewenang ,
dan hak untuk PNS dalam sebuah organisasi yang berbasis keahlian dalam
pelaksanaan tugas atau keterampilan khusus dan mandiri .
3 . Menurut Keputusan Men.Pan Guru PNS diberi
tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk
melaksanakan pendidikan di sekolah .
4 . Menurut UU No . 14 , 2005 Guru adalah
pendidik profesional dengan tugas utama mendidik , mengajar , membimbing ,
mengarahkan , melatih , menilai , dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini , pendidikan formal , pendidikan dasar , dan
pendidikan menengah .
B. Peran dan Fungsi Guru
Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan
penelitian tentang peran guru yang harus bertindak . Peran guru yang beragam
telah diidentifikasi dan dipelajari oleh Pullias dan Young ( 1988) , Manan (
1990) dan Yelon dan Weinstein ( 1997) .
Peran adalah sebagai berikut :
1 . Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik , yang menjadi pemimpin ,
panutan dan identifikasi bagi para peserta didik , dan lingkungan . Oleh karena
itu , guru harus memiliki standar kualitas tertentu , yang mencakup tanggung
jawab, wewenang , dan disiplin diri . Peran guru sebagai pendidik ( pengasuh )
yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh
pengalaman lebih seperti penggunaan kesehatan fisik , bebas dari orang tua ,
dan orang dewasa lain, moralitas tanggung jawab kemasyarakatan , pengetahuan
dan keterampilan dasar , persiapan.untuk perkawinan dan kehidupan keluarga ,
kantor pemilihan , dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual . Oleh
karena itu, tugas dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak guru . Guru
bertugas mendisiplinkan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak untuk
tingkat perilaku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada .
2 . Guru Bagi Guru
Peran guru sebagai tutor dan mentor dalam
kegiatan pembelajaran peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor , seperti
motivasi , kematangan , hubungan dengan guru peserta didik , kemampuan verbal ,
tingkat keterampilan kebebasan , keamanan dan komunikasi guru . Jika
faktor-faktor di atas terpenuhi , maka peserta didik melalui pembelajaran
belajar terbaik . Guru harus berusaha untuk membuat sesuatu yang jelas bagi
peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah .
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh
seorang guru dalam pembelajaran , yaitu : Membuat ilustrasi , Define, Analyze ,
Sintesis , Ask, Menanggapi , Mendengarkan , Menciptakan kepercayaan , Memberikan
pandangan yang bervariasi , Menyediakan media untuk menilai bahan baku ,
Beradaptasi metode pengajaran , memberikan nada perasaan .
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang
maksimal , guru harus terus-menerus berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan
semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.
3 . Guru Sebagai Penasehat
Guru dapat digambarkan sebagai mengawasi
perjalanan , yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman bertanggung jawab
atas kelancaran perjalanan . Dalam hal ini , adalah perjalanan jangka bukan
hanya tentang fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional , kreatif , moral
dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks .
Sebagai perjalanan guru mentor membutuhkan
kompetensi tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut :
1 . Guru harus merencanakan tujuan dan
kompetensi yang ingin dicapai mengidentifikasi .
2 . Guru harus melihat keterlibatan siswa
dalam belajar , dan yang paling penting bahwa siswa melaksanakan kegiatan
belajar itu tidak hanya secara fisik , tetapi secara psikologis mereka harus
terlibat .
3 . Guru harus menafsirkan kegiatan
pembelajaran .
4 . Guru harus melaksanakan penilaian.
5 . Guru sebagai Pemimpin
Guru diharapkan memiliki kepribadian dan ilmu
pengetahuan . Guru menjadi pemimpin bagi peserta didik . Dia akan menjadi
seorang imam .
Guru sebagai Belajar bisnis
Guru harus mampu menguasai berbagai metode
pembelajaran.Selain itu , guru juga dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan mereka sehingga pengetahuan dan keterampilan tidak dirnilikinya
usang .
6 . Guru sebagai Model dan Contoh
Guru adalah model atau contoh bagi siswa dan
semua orang yang menganggap dia sebagai guru . Ada kecenderungan yang besar
untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk menantang , apalagi ditolak
. Misalnya, pribadi dan tentu saja apa yang guru akan datang di bawah
pengawasan peserta didik dan orang-orang di sekitar lingkungan yang menganggap
atau mengakuinya sebagai guru . Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh
guru : sikap dasar , bicara dan gaya percakapan , kebiasaan kerja , sikap
melalui pengalaman dan kesalahan , pakaian , hubungan manusia , proses berpikir
, perilaku neurotik , rasa, penghakiman , kesehatan , gaya hidup umum .
Perilaku guru mempengaruhi peserta didik ,
tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadi mereka
sendiri .
Guru yang baik menyadari kesenjangan antara
apa yang diinginkan dengan apa yang ada dalam dirinya , kemudian menyadari
kesalahan ketika berada di salah satu . Kesalahan harus diikuti dengan perasaan
dan sikap berusaha untuk tidak mengulanginya .
7 . Sebagai anggota Komunitas
Peran guru sebagai komunikator pembangunan
masyarakat . Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pengembangan
semua bidang yang sedang dilakukan . Dia bisa mengembangkan kemampuannya dalam
bidang di bawah kendali mereka . Guru juga harus memiliki kemampuan untuk
berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya , antara lain , melalui kegiatan
olahraga , keagamaan dan pemuda . Keluwesan asosiasi harus memiliki , karena
jika tidak itu akan menjadi interaksi kaku dan mengakibatkan pertanyaan kurang
diterima publik .
8 . Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan
pengajar , tetapi juga sebagai administrator di bidang pendidikan dan pengajaran
. Guru akan terkena berbagai tugas administrasi di sekolah . Oleh karena itu,
guru dituntut untuk bekerja administrasi teratur. Segala sesuatu yang
berhubungan dengan pelaksanaan proses pembelajaran perlu dikelola dengan baik .
Karena administrasi dilakukan untuk membuat rencana mengajar , mencatat hasil
belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melakukan
tugasnya dengan baik .
9 . Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang advokat bagi siswa maupun
bagi orang tua , meskipun mereka tidak memiliki pelatihan khusus sebagai
konselor dan dalam beberapa kasus tidak bisa berharap untuk menasihati orang .
Peserta didik terus-menerus dihadapkan dengan
kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam proses akan berjalan ke gurunya .
Agar guru untuk menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat
secara lebih mendalam , ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu
kesehatan mental.
10 . Guru Untuk Renewal ( Inovator )
Guru yang memiliki pengalaman masa lalu
diterjemahkan ke dalam kehidupan yang bermakna bagi siswa . Dalam hal ini , ada
jurang lebar antara generasi dalam dan dengan satu sama lain , seperti
pengalaman orang-orang yang lebih tua memiliki lebih masuk akal daripada nenek
kita . Seorang pelajar adalah belajar sekarang , secara psikologis berada jauh
dari pengalaman manusia yang harus dipahami , dicerna dan diwujudkan dalam
pendidikan .
Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan
pengalaman yang berharga ini ke dalam istilah modern atau bahasa yang akan
diterima oleh peserta didik . Sebagai jembatan antara tua dan muda genearasi ,
yang juga penerjemah pengalaman , guru harus dididik orang .
11 . Guru sebagai Pendorong Kreativitas
Kreativitas sangat penting dalam pembelajaran
dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatif .
Kreativitas adalah sesuatu yang universal dan merupakan aspek ciri dari dunia
kehidupan di sekitar kita . Kreativitas ditandai oleh aktivitas menciptakan
sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau
kecenderungan untuk menciptakan sesuatu .
Sebagai hasil dari fungsi ini , guru selalu
berusaha mencari cara untuk lebih melayani peserta didik , sehingga peserta
didik akan menilaianya bahwa ia tidak melakukan sesuatu yang kreatif dan hanya
secara teratur . Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh guru
sekarang lebih baik dari yang telah dilakukan sebelumnya .
12 . Guru Sebagai Emansipator
Dengan kecerdikan , guru mampu memahami
potensi peserta didik , menghormati setiap manusia dan menyadari bahwa
kebanyakan manusia adalah " budak " stagnasi kebudayaan . Guru
mengetahui bahwa pengalaman , pengakuan dan dorongan seringkali dibebaskan dari
peserta didik " citra diri " tidak menyenangkan , kebodohan dan dari
perasaan ditolak dan inferior . Guru telah melaksanakan peran sebagai
emansipator ketika peserta didik dilemparkan dalam berbagai kesulitan moral dan
mengalami diangkat kembali menjadi orang percaya diri .
13 . Guru sebagai Evaluator
Evaluasi atau penilaian adalah aspek yang
paling kompleks belajar , karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan
, serta variabel lain yang memiliki makna bila dikaitkan dengan konteks yang
hampir tidak mungkin dipisahkan oleh valuasi istilah. Apapun teknik yang
dipilih , penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas , yang meliputi
tiga tahap : persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut .
14 . Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah orang yang mengarahkan proses
belajar secara bertahap dari awal hingga akhir ( kulminasi ) . Dengan desain
siswa akan melewati tahap kulminasi , suatu tahap yang memungkinkan setiap
siswa untuk mengetahui kemajuan belajar . Di sini peran Kulminator terintegrasi
dengan peran sebagai evaluator .
Benar guru adalah orang yang harus fleksibel
dan Mahatahu . Dan bisa langsung menyampaikan kemampuannya dan pengetahuan
dengan cara yang konsisten dengan perkembangan dan potensi siswa .
Begitu banyak peran yang harus dilakukan oleh
seorang guru . Peran yang menanggung begitu berat di pundak guru tidak harus
membuat calon guru mengundurkan diri dari tugas mulia . Peran-peran ini harus
menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru . Dia harus menyadari bahwa di
masyarakat harus ada guru yang mengambil peran . Jika tidak, maka beberapa
orang tidak akan bangun utuh . Penuh ketidaksetaraan dan akhirnya masyarakat
bergerak menuju kehancuran
C. STUDENT
Sebagai mahasiswa juga harus memahami
kewajiban , etika dan melaksanakanya . Kewajiban adalah sesuatu yang harus
dilakukan atau dilakukan oleh siswa . Sementara etika adalah kode etik , yang
seharusnya dalam adat Tati dan dilaksanakan oleh siswa dalam proses
pembelajaran .
Namun tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan
siswa , sebagai seorang pendidik harus memahami dan memberikan pemahaman
tentang dimensi yang melekat dalam diri peserta didik kepada peserta didik
sendiri , jika seorang pendidik tidak tahu dimensi , potensi siswa ini akan
sulit untuk mengembangkan , dan mahasiswa juga mengakui potensinya .
Dalam tulisan ini , kami mencoba untuk
melayani permasalahan di atas dalam rangka tujuan pendidikan mncapai diharapkan
, khususnya dalam pendidikan Islam .
a . Definisi Mahasiswa
Secara etimologis siswa dalam bahasa Arab
disebut denganTilmidz Talamid plural , yang berarti " murid ", yaitu
" orang-orang yang mengingini pendidikan " . Dalam bahasa Arab juga
dikenal sebagai Talib , plural adalah Thullab , yang berarti "mencari
" , mengacu pada " orang-orang yang mencari ilmu
Tapi rincian pasti lebih ahli teleh menulis
beberapa pemahaman siswa . Siswa belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi (
kemampuan ) dasar masih perlu dikembangkan .
Menurut Pasal 1 , ayat 4 UU No . 20 Tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional , siswa adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan diri melalui pendidikan pada line level dan jenis
pendidikan .
Abu Ahmadi juga menulis tentang pemahaman
siswa , siswa belum dewasa , yang membutuhkan usaha , bantuan , konseling orang
lain untuk menjadi dewasa , dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai makhluk
Allah , sebagai manusia , sebagai warga negara , sebagai anggota masyarakat dan
sebagai pribadi atau individu .
Dari definisi yang diungkapkan oleh para ahli
dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah mereka yang memiliki sifat (
potensi ) dasar , baik secara fisik maupun psikologis , yang perlu dikembangkan
, untuk mengembangkan potensi sangat membutuhkan pendidikan pendidik .
Samson Nizar , seperti dikutip Ramayulis
mengklasifikasikan siswa sebagai berikut :
a . Siswa tidak miniatur orang dewasa tetapi
memiliki dunianya sendiri .
b . Siswa memiliki periodisasi perkembangan
dan pertumbuhan .
c . Mahasiswa adalah makhluk Allah yang
memiliki perbedaan individu baik disebabkan oleh faktor keturunan dan
lingkungan di mana ia berad
d . Mahasiswa adalah dua elemen utama dari
fisik dan rohani , unsur fisik memiliki fisik dan unsur spiritual memiliki rasa
hati nurani dan nafsu .
e . Mahasiswa adalah manusia yang memiliki
potensi atau alam yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis .
Siswa juga dikenal dengan istilah lain seperti
, Mahasiswa , Warga Belajar , Palajar , Mahasiswa dan Siswa .
a . Siswa adalah istilah bagi siswa dalam
pendidikan dasar dan menengah .
b . Mahasiswa adalah istilah umum bagi siswa
di pendidikan tinggi .
c . Warga Belajar adalah istilah bagi peserta
didik non - formal seperti Community Learning Center ( CLC ) .
d . Mahasiswa adalah istilah lain yang
digunakan bagi siswa yang mengikuti tingkat menengah pendidikan formal dan
tingkat atas .
e . Murid memiliki definisi yang sama dengan
siswa dan siswa .
Murid adalah istilah bagi siswa pada jalur
pendidikan non - formal, terutama sekolah-sekolah atau sekolah berbasis agama
Islam pesantren .
Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan
pendidik bantuan pada peserta didik menuju kedewasaan . Sejauh ini dan atas
bantuan yang diberikan oleh pendidik berpengaruh untuk melihat kemungkinan
peserta didik saat ini dalam pelajar .
Sesuai dengan pria sifatnya adalah berbudaya ,
di mana manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak tahu apa-apa dan dia
memiliki kesiapan untuk menjadi baik atau buruk .
b . etika Mahasiswa
Sehingga siswa memperoleh keridhaan Allah
dalam studi mereka, para siswa harus mampu memahami etika yang harus dimilkinya
, yaitu :
a . Siswa harus selalu membersihkan hatinya
sebelum studi .
b . Tujuan belajar harus ditangani untuk menghias
dengan berbagai roh alam kebajikan .
c . Memiliki kemauan yang kuat untuk mencari
dan belajar di berbagai tempat .
d . Setiap siswa diwajibkan untuk menghormati
pendidik .
e . Peserta didik harus dipelajari dengan
serius dan tabah .
Namun, siswa tersebut perlu disempurnakan
dengan etika moral empat pelajar dalam studi mereka , yaitu:
1 . Siswa harus membersihkan hatinya dari
kotoran dan penyakit mental sebelum ia belajar , karena belajar adalah ibadah
yang harus dilakukan dengan hati yang murni .
2 . Siswa harus memiliki tujuan studi untuk
menghiasi jiwa dengan sifat iman , mendekatkan diri kepada Allah .
3 . Seorang siswa harus teguh dalam memperoleh
pengetahuan , dan kesabaran dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang datang .
4 . A harus tulus dalam studi mereka
sehubungan dengan guru atau pendidik , mencoba untuk mendapatkan kesediaan guru
untuk menggunakan beberapa cara yang baik .
Teknik D. Pengajaran / Strategi Pengajaran
1 . Grammar Translation Method
Dalam metode Grammar ( Metode Grammar ) siswa
belajar aturan tata bahasa bersama-sama dengan daftar kosakata atau kelompok .
Kata-kata tersebut kemudian digunakan frasa atau kalimat berdasarkan aturan
yang telah dipelajari . Dalam metode ini aturan kontrol lebih diutamakan
daripada aplikasi. Kemampuan verbal , seperti pengucapan , tidak dilakukan .
Metode ini adalah sebuah aplikasi yang mudah karena guru tidak harus fasih
berbicara bahasa yang harus dipelajari , sedangkan evaluasi dan pengawasan yang
tidak sulit .
Metode Translation ( Metode Translation)
berisi kegiatan penerjemahan teks yang dilakukan dari mudah ke sulit . Pertama
dari bahasa asli ke bahasa target dan sebaliknya . Terjemahan teks dilakukan
dengan menerjemahkan kata demi kata dan ide dengan ide , termasuk ekspresi
idiomatic . Kombinasi dari dua metode yang disebutkan di atas bore Grammar -
Metode Translation ( the Grammar Translation Method / GTM ) yang memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1 . Pengajaran dimulai dengan pemberian aturan
tata bahasa dan mengacu pada kerangka tata bahasa formal.
2 . Kosakata diajarkan bergantung pada teks
yang dipilih sehingga tidak ada kesinambungan antara kelompok atau daftar
kosakata dengan satu sama lain .
3 . Menghafal dan penerjemahan fitur yang
menonjol dari kegiatan , yaitu menghafal dan menerjemahkan kosa kata dan aturan
tata bahasa .
4 . Pengucapan tidak diajarkan atau sangat
dibatasi dalam beberapa aspek .
5 . Lebih menekankan pada keterampilan membaca
dan menulis daripada mendengarkan dan berbicara .
Dari uraian di atas , GTM dapat didefinisikan
sebagai metode pengajaran bahasa melalui analisis aturan bahasa secara rinci
dan diikuti dengan penerapan pengetahuan tentang aturan untuk tujuan
menerjemahkan kalimat dan teks iklim , baik dari bahasa target ke dalam bahasa
ibu atau sebaliknya
Ciri-ciri GTM :
a . menekankan akurasi ; siswa diharapkan
untuk mencapai standar yang tinggi dalam penerjamahan .
b . gandum meruntutkan atau aturan tata bahasa
dari bahasa target dalam silabus erat .
c . menggunakan bahasa ibu sebagai media
mahasiswa instruksi
Teknik-teknik dalam Grammar Translation Method
:
1 . Terjemahan dari bagian sastra ,
2 . Membaca pertanyaan pemahaman ,
3 . antonim ,
4 . sanak ,
5 . Aplikasi deduktif aturan ,
6 . Isi - in-the - kosong ,
7 . menghafal ,
8 . Gunakan kata-kata dalam kalimat ,
9 . komposisi
2 . Direct Method ( DM )
Instruksi langsung merupakan revisi dari
Grammar Translation Method karena metode ini tidak dapat dianggap untuk membuat
siswa mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing yang dipelajari . Dalam
proses pembelajaran , terjemahan dilarang . Proses pembelajaran dengan DM ,
guru meminta siswa untuk membaca dengan keras . Kemudian , guru memberikan
pertanyaan dalam bahasa yang sedang dipelajari. Selama proses pembelajaran
berlangsung , realia seperti peta atau benda yang sebenarnya dapat digunakan .
Guru dapat menggambar atau menunjukkan .
Teknik-teknik dalam Direct Method :
1 . membaca dengan suara keras
2 . Pertanyaan dan jawaban latihan
3 . Mendapatkan siswa untuk mengoreksi diri
4 . praktek Conversation
5 . Isi - in-the - kosong
6 . dikte
7 . peta gambar
8 . menulis paragraf
3 . The Audio - Cara Lingual
Audio Istilah - lingualisme pertama kali
diusulkan oleh Prof . Nelson Brooks pada tahun 1964 . Metode ini mengklaim
sebagai metode yang paling efektif dan efisien dalam belajar bahasa asing dan
mengklaim telah mengubah metode mereka dalam pengajaran bahasa hanya menjadi
masalah untuk ilmu . Audio - Cara Lingual ( ALM ) merupakan hasil kombinasi
pandangan dan prinsip-prinsip Linguistik Struktural , Analisis Kontrastif ,
Aural - Pendekatan Oral , dan psikologi Behavioristik . ALM rasional mengenai
bahasa , mengajar , dan belajar bahasa adalah sebagai berikut :
1 . Bahasa yang diucapkan , tidak ditulis
2 . Bahasa adalah seperangkat kebiasaan
3 . Ajarkan bahasa dan bukan tentang bahasa
4 . Bahasa adalah sebagaimana diucapkan oleh
penutur asli
5 . Bahasa dengan satu sama lain berbeda .
Richards & Rodgers (1986 ; 51 di Prayogo ,
1998:9 ) menambahkan beberapa prinsip pembelajaran yang telah menjadi dasar
audio - psikologi lingualisme dan aplikasinya sebagai berikut :
1 . Belajar bahasa asing pada dasarnya adalah
proses pembentukan kebiasaan yang mekanistik
2 . Keterampilan dipelajari lebih efektif jika
aspek bahasa yang harus dipelajari dalam bahasa target disajikan dalam bentuk
sebelumdilihat lisan dalam bentuk tertulis .
3 . Bentuk Analogi memberikan dasar yang lebih
baik untuk pelajar bahasa daripada bentuk-bentuk lain dari analisis ,
generalisasi , dan perbedaan-perbedaan yang lebih baik daripada penjelasan
tentang aturan .
4 . Arti dari kata-kata yang dimiliki oleh
penutur asli dapat dipelajari hanya dalam konteks bahasa dan budaya dan tidak
berdiri sendiri .
Richards & Rogers juga mengatakan bahwa
ketrampilan bahasa diajarkan dalam urutan ini : mendengarkan , berbicara ,
membaca , dan menulis . Bentuk kegiatan belajar mengajar ALM pada dasarnya
adalah percakapan dan latihan ( latihan ) dan pola latihan ( praktek pola) .
Percakapan berfungsi sebagai alat untuk meletakkan struktur kunci pada
konteksnya dan memberikan ilustrasi situasi dimana struktur tersebut digunakan
oleh penutur asli , jadi juga sebagai implementasi dari aspek budaya bahasa
sasaran.
Pengulangan dan menghafal menjadi aktivitas
dominan dalam metode ini . Pola tata bahasa tertentu dalam percakapan yang dipilih
menjadi pola aktivitas olahraga . Kegiatan belajar ALM berbasis : pengulangan ,
infleksi , relplacement , penyajian kembali , selesai , transposisi , ekspansi
, kontraksi , transformasi , integrasi , rejoinders , dan pemulihan . Prosedur
pembelajaran menggunakan ALM : Kegiatan Guru
1 . Menjadi model pada semua tahap
pembelajaran .
2 . Penggunaan bahasa Inggris bahasa ibu
sebanyak mungkin dan sesedikit mungkin
3 . Coaching mendengarkan dan keterampilan
berbicara siswa tanpa bahasa tertulis pertama .
4 . Pengajaran struktur praktek melalui pola
suara , urutan , bentuk , dan bukan melalui penjelasan .
5 . Memberikan bentuk tertulis dari target
bahasa seperti suara siswa benar-benar dikuasai .
6 . Meminimalkan memberikan kosakata kepada
siswa sebelum semua struktur umum dikuasai .
7 . Pengajaran kosakata dalam konteks .
Kegiatan Mahasiswa
1 . Mendengarkan percakapan sebagai model (
guru atau kaset ) yang berisi struktur kunci yang menjadi fokus pembelajaran ,
mereka mengulangi setiap baris percakapan secara individu atau bersama-sama ,
menghafalnya dan siswa tidak melihat buku itu .
2 . Mengubah pengaturan dialog dengan tempat
atau yang lainnya sesuai dengan selera siswa .
3 . Berlatih struktur kunci dari percakapan
bersama-sama dan kemudian secara individual .
4 . Mengacu pada buku teks dan menindaklanjuti
dengan membaca, menulis atau kosakata berdasarkan percakapan yang ada , menulis
dimulai dalam bentuk kegiatan maka dapat menyalin dan ditingkatkat
Teknik dalam ALM Mengajar ( Audio - Cara
Lingual ) :
1 . dialog Menghafal
2 . transformasi Bor
3 . Mundur Build - up ( ekspansi ) drill
4 . Pertanyaan - dan - Jawaban Bor
5 . pengulangan Bor
6 . Penggunaan Pasangan Minimal
7 . rantai Bor
8 . Lengkapi Dialog
9 . Tunggal - Slot Pergantian Bor
10 . Grammar Permainan
11 .. Beberapa - Slot Pergantian Bor
4 . THE SILENT WAY
Ahli-ahli psikologi kognitif dan bahasa
transformasi - pemikiran generatif bahwa belajar bahasa tidak perlu melalui
pengulangan . Mereka percaya bahwa peserta didik dapat membuat ekspresi yang
belum pernah didengar. Selain itu, mereka berpendapat bahwa belajar bahasa
tidak hanya menirukan tapi aturan dapat membantu mereka berbicara dalam bahasa
yang dipelajari .
Dalam proses pembelajaran , guru hanya
menunjuk ke sebuah grafik yang berisi konsonan vokal . Guru menunjuk beberapa
kali dalam keheningan . Setelah beberapa saat guru hanya memberi contoh
pengucapan . Kemudian merujuk siswa untuk melafalkan untuk memperbaiki . Guru
dalam proses pembelajaran banyak diam , ia hanya diarahkan / menunjuk bahan pembelajaran
.
Teknik-teknik Way Diam :
1 . Suara - Color Chart
2 . kata Bagan
3 . Silence Guru ' s
4 . Fidel Bagan
5 . peers Koreksi
6 . Structured Feedback
7 . batang
8 . Diri - Koreksi Gestures
5 . Sugestopedia
Georgi Losanov percaya bahwa ada hambatan dalam
proses belajar psikologi . Sugestopedia saran yang app dalam pedagogi di mana
peserta didik mengalami perasaan kegagalan dapat dihilangkan . Dalam model
pembelajaran Sugestopedia , peserta didik dapat mengatasi kendala psikologi ..
Dalam penerapan model pembelajaran ini , ruang
kelas diatur sedemikian rupa sehingga berbeda dengan kelas reguler . Siswa
duduk di sofa dalam bentuk setengah lingkaran dengan pencahayaan redup .
Beberapa poster yang berhubungan dengan materi pembelajaran dipasang di dinding
. Guru menyapa dalam bahasa ibu kemudian meyakinkan siswa / pelajar jika neraka
tidak perlu mencoba untuk belajar tapi pembelajaran akan berlangsung secara
alami . Guru memutar musik klasik kemudian mengarahkan peserta didik untuk
bersantai dengan cara menghela napas . Guru mengajak peserta didik untuk
membayangkan tentang materi yang dipelajari . Ketika mereka membuka mata mereka
, mereka memainkan peran . Setelah itu , guru membaca sambil membuat musik .
Guru tidak memberikan pekerjaan rumah .
1 . Teknik di Sugestopedia :
2 . Kelas Set - up
3 . Peran - Bermain
4 . Belajar peripheral
5 . pertama
6 . konser
7 . Saran positif
8 . Konser kedua
9 . visualisasi
10 . Aktivasi Primer
11 . Pilih Identitas Baru
12 . Aktivasi Sekunder
6 . MASYARAKAT BELAJAR BAHASA
Metode ini diyakini dalam prinsip ' seluruh
orang ' , yang berarti mereka tidak hanya memperhatikan perasaan dan kecerdasan
siswa , tetapi juga hubungan dengan sesama siswa . Menurut Curran ( 1986:89 )
siswa merasa tidak nyaman dalam situasi baru . Dengan memahami ketakutan
prasaan dan sensitif siswa guru siswa dapat menghilangkan perasaan negatif
menjadi energi positif untuk belajar .
Sebuah lingkaran kursi dengan meja di tengah.
Ada tape recorder di atas meja . Guru menjelaskan tujuan pembelajaran . Guru mnyuruh
siswa membuat dialog dalam bahasa Inggris . Jika siswa tidak tahu bantuan guru
. Siswa mencatat percakapan . Kemudian , rekaman itu ditulis dalam bentuk
transkrip di Inggris dan ibu bahasa lidah . Setelah itu aturan bahasa yang
dibahas.
Teknik-teknik Belajar Bahasa Community :
1 . Tape - rekaman Student Conversation
2 . Mendengarkan reflektif
3 . turunan
4 . Komputer Manusia
5 . Refleksi Pengalaman
6 . Tugas Kelompok Kecil
7 . TOTAL METODE RESPONSE FISIK
Metode ini juga disebut ' pemahaman pendekatan
' yang menyentuh pada pentingnya ' pemahaman mendengarkan ' . Pada tahap awal
pembelajaran bahasa asing terfokus pada pemahaman mendengarkan . Hal ini
didasarkan pada pengamatan bagaimana anak-anak belajar bahasa ibu mereka .
Seorang bayi mendengarkan suara di sekelilingnya selama berbulan-bulan sebelum
ia bisa menyebutkan satu kata . Tidak ada yang mengatakan kepada bayi untuk
berbicara . Seorang anak berbicara ketika ia siap untuk melakukannya .
Dalam Pendekatan Alam ( Krashen &
dikembangkan oleh Terrel ) , siswa mendengarkan guru yang berkomunikasi
menggunakan proses pembelajaran bahasa asing mulai awal . Guru dapat membantu
siswa untuk memahami materi dengan menggunakan gambar dan beberapa kata dalam
bahasa asli . Pendekatan alami hampir sama dengan Direct Method . Pada Total
Physical Response
( TPR ) , siswa mendengarkan dan menanggapi
instruksi lisan guru . Bentuk instruksi yang diberikan sebagai 'Turn around' ,
' Duduklah ' , ' Jalan ' , ' Stop', ' Jump ' , dll .
Teknik-teknik dalam metode Total Physical
Response : .
1 . Menggunakan Perintah ke Metode Direct
2 . peran Pembalikan
3 . Aksi Urutan
8 . Metode Langsung ( Direct Method )
Direct cara langsung . Metode langsung atau
model langsung adalah mengajikan bahasa asing materi pelajaran cara di mana
guru langsung menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar , dan tanpa
menggunakan bahasa siswa dalam mengajar sedikit . Jika ada sebuah kata yang
sulit dimengerti oleh siswa , guru dapat menafsirkan penggunaan alat peraga ,
mendemontstrasikan , menggambarkan dan lain-lain .
Metode ini bertumpu pada pemahaman bahwa
pengajaran bahasa asing tidak sama dengan mengajar ilmu-ilmu eksakta . Ketika
mengajar ilmu pengetahuan, mahasiswa diwajibkan untuk dapat menghafal
rumus-rumus tertentu , berpikir , dan ingat, itu adalah dalam pengajaran bahasa
, siswa / mahasiswa dilatih praktek langsunng mengucapkan kata-kata atau frase
yang diberikan . Bahkan jika kata-kata atau frase awalnya asing dan tidak
memahami siswa , tetapi sedikit demi sedikit kata-kata dan kalimat yang akan
diucapkan dan juga bisa menafsirkannya .
Demikian pula , jika kita melihat seorang ibu
mengajarkan anak-anaknya basah langsung mengajarinya , menuntunnya mengucapkan
kata demi kata , kalimat demi kalimat dan anaknya taat meskipun masih terihat
lucu . Sebagai contoh, ibu mengajarkan " ayah " kemudian mereka
mengatakan " aah " dan seterusnya . Namun seiring waktu anak untuk
mengenali kata-kata dan akhirnya ia mengerti bahwa ia berarti pula
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar